Selasa, 28 September 2010

Surat Resmi

Surat Resmi

Menurut jenisnya surat dibagi 2 yaitu surat dinas dan surat pribadi. Pada pelajaran lalu kalian telah mengenal surat pribadi. Surat pribadi merupakan surat yang ditujukan kepada pihak lain yang isinya merupakan masalah pribadi. Misalnya, surat izin tidak masu kerja, surat lamaran pekerjaan, surat kepada sahabat, dan lain-lain.
Adapun, yang dimaksud dengan surat dinas adalah surat dari suatu instansi yang ditujukan ke instansi lain dan berisi masalah kedinasan. Agar lebih jelas, perhatikan contoh surat dinas berikut.

Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
SMP 2 Putra Bangsa
Jalan Way Kambas 10 Lampung


Nomor : 037/OSIS/III/2007 20 Oktober 2007
Lampiran : Satu berkas
Hal : Undangan

Yth. Bapak Erwin Jasman
SMP 2 Putra Bangsa
Lampung

Dengan hormat,
Dalam rangka Bulan Bahasa, OSIS SMP 2 Putra Bangsa akan mengadakan kegiatan lomba Majalah Dinding antarkelas pada tanggal 28 Oktober 2007.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Bapak Erwin Jasman berkenan menjadi juri lomba tersebut.
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami

Ulinuha


Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Laksono, Kisyani. 2008. Contextual Teaching and Learning Bahasa Indonesia: Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 27.


Kalian tentu pernah membaca surat resmi, entah itu dari sekolah, kampung, atau dari suatu lembaga pemerintah/swasta. Sistematika dan bahasa surat resmi tentunya tidak sama dengan surat pribadi antarteman. Kalian tentu pernah menulis surat pribadi, tetapi apakah kalian pernah menulis surat resmi? Untuk menulis surat resmi ada beberapa langkah yang dapat kalian lakukan, di antaranya: mengamati contoh surat resmi untuk mengembangkan wawasan dan melakukan perbandingan dengan apa yang kamu ketahui; mengenali bagian-bagian surat resmi atau sistematika surat resmi; berlatih menulis surat resmi dengan memperhatikan penulisan kata; berlatih menyunting surat resmi yang telah
ditulis; berlatih menilai kemampuan menulis surat resmi. Ikutilah kegiatan pembelajaran berikut agar kamu mampu menulis surat resmi dalam berbagai kegiatan sekolah dengan sistematika surat resmi dan bahasa yang efektif!

PEMERINTAH KOTA MALANG
DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 3 MALANG
Jalan dr. Cipto 20, Malang 65111, Telepon/Fax (0341) 362612 Kotak Pos 11
Website: www. Smpn3-mlg sch.id E-mail: smpn3-mlg.sch.id


Nomor : 07/PAN HUT SMP 3/2007 14 Maret 2007
Lampiran : -
Hal : Undangan dan permohonan bantuan

Yth. Bapak/Ibu Wali Murid
Siswa SMPN 3 Malang


Dengan hormat,
Kami beritahukan bahwa SMPN 3 Malang akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun SMPN 3 Malang yang ke-55. Adapun kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.

I. JALAN SEHAT KELUARGA
Kegiatan tersebut akan kami laksanakan pada:
hari/tanggal : Minggu, 20 Maret 2007
pukul : 06.00– sampai selesai
tempat : SMPN 3 Malang dan sekitarnya
peserta : Keluarga Besar SMPN 3 Malang

II. BAKTI SOSIAL (BAKSOS)
Melalui surat ini, kami mengajukan permohonan kepada Bapak/Ibu untuk memberi bantuan dalam bentuk sebagai berikut.
a) Siswa kelas VII : berupa beras minimal ½ kg
b) Siswa kelas VIII dan IX : berupa mie instan minimal 2 bungkus
(Dikumpulkan paling lambat hari Kamis, 17 Maret 2007)

Bantuan tersebut akan kami salurkan ke panti asuhan dan panti wreda di Malang pada minggu ke-4 Maret.

Demikian surat permohonan ini. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami menyampaikan terima kasih.


Mengetahui Hormat kami
Kepala Sekolah, Ketua Panitia,


Suwoko, S.Pd. Moch. Mas’ud, S.Pd.
NIP 130608375 NIP 131838690


Tembusan:
Dewan Sekolah




Format surat permohonan tersebut dapat dikategorikan format lurus. Untuk lebih
memahami format surat lurus, perhatikan format surat resmi yang lain !

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawarti. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia 2 : Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Halaman 49-58.


Perhatikan dengan cermat aturan bagianbagian penulisan surat dinas berikut!
1. Kepala surat.
a. Kepala surat sebaiknya disusun secara lengkap (lambang, nama instansi, alamat,
nomor telepon (jika ada), nomor faksimil (jika ada).
b. Nama instansi ditulis dengan huruf kapital semua.
c. Huruf awal alamat, faksimil, dan telepon ditulis dengan huruf kapital.
d. Nama instansi, kata jalan, kata telepon, kata faksimil. Kata jalan misalnya jangan
disingkat Jln. atau Jl. Kata telepon jangan disingkat telp. atau tilp.

2. Tanggal surat
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tanggal surat.
a. Kata tanggal tidak perlu ditulis.
b. Kota tempat instansi tidak perlu ditulis karena sudah tercantum pada kepala surat.
c. Angka tahun ditulis lengkap.
d. Nama bulan ditulis dengan huruf, bukan angka.
e. Penulisan nama bulan jangan disingkat.
f. Pada akhir baris tanggal surat jangan diakhiri tanda titik.

3. Pokok surat

a. Nomor : 170/SMP1/VII/2008
angka tahun jangan disingkat '08
bulan ditulis dengan angka romawi
kode surat
nomor urut surat keluar
bukan nomer

b. Lampiran: lima helai

bisa menggunakan kata berkas,
eksemplar, lembar
dengah huruf


c. Hal: Permohonan izin menggunakan lapangan
tidak ada titik
huruf kecil
huruf capital


4. Alamat surat
Penulisan alamat (dalam) dapat seperti penulisan alamat di luar surat atau dapat pula tidak mencantumkan nama jalan dan nomor rumah.
a. Satuan yang terhormat disingkat Yth.
b. Kata Kepada tidak perlu dicantumkan.
c. Sapaan ibu, bapak, saudara dapat digunakan jika diikuti nama orang dan huruf awal
sapaan-sapaan itu ditulis dengan huruf kapital.
d. Gelar akademik dan pangkat dapat dicantumkan jika diikuti nama orang.
e. Jika jabatan seseorang dicantumkan, kata sapaan tidak digunakan.
f. Kata jalan jangan disingkat.
g. Kata nomor yang lazim disingkat No. untuk nomor rumah tidak perlu dituliskan
karena mubazir.

5. Salam pembuka
a. Bentuk lazim salam pembuka adalah Dengan hormat.
b. Huruf awal pada kata dengan ditulis dengan huruf kapital.
c. Penulisan bentuk Dengan hormat diikuti tanda koma (,).


6. Isi surat
Isi surat terdiri atas alinea pembuka, alinea isi, dan alinea penutup. Alinea pembuka merupakan pengantar pendahuluan permasalahan pokok. Alinea isi merupakan lanjutan alinea pembuka, sedangkan alinea penutup terdiri atas sebuah kalimat.
Contoh:
a. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
b. Tugas tersebut di atas harap dilaksanakan dengan baik.

7. Salam penutup
Kata-kata yang biasa digunakan sebagai salam penutup sebagai berikut.
a. Hormat kami,
b. Hormat saya,
c. Salam kami,
d. Salam takzim,
e. Wassalam,
f. Wassalamualaikum wr. wb.

Materi pelajaran di atas diambil dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) berikut ini.
Setyorini, Yulianti dan Wahono. 2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (halaman 9 -13)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar