Kamis, 04 November 2010

Bercerita

Urut-urutan cerita
Isi cerita tersebut, terbagi menurut penahapan dalam alur/
plot/jalan cerita. Penahapan itu seperti berikut ini.

a. Tahap perkenalan
Pada cerita “Keserakahan Hiroki” tahap perkenalan dimulai
dengan mengenalkan tokoh bernama Hiroki dan Toshiro.
Kedua kakak beradik itu mempunyai sifat berbeda. Hiroki
bersifat licik dan Toshiro bersifat jujur.

b. Tahap permasalahan
Pada tahap ini masalah mulai muncul. Saat Tahun Baru,
Toshiro dan istrinya tidak mempunyai beras. Mereka
meminta kepada kakaknya tetapi tidak diberi. Ketika pulang
bertemu kakek dan memberi nasihat mendapatkan rezeki.
Akhirnya Toshiro mendapatkan lesung ajaib yang mampu
memenuhi permintaannya.

c. Tahap puncak permasalahan
Pada tahap ini, permasalahan mulai memuncak. Hal ini
terjadi ketika Hiroki iri terhadap Thosiro yang menemukan
lesung ajaib. Ia pun berniat mengambil lesung itu dan berhasil
melarikannya.

d. Tahap pelaraian
Pada tahap ini, permasalahan mulai menemukan jalan
pemecahannya. Hiroki membawa lari lesung itu. Ketika
sampai di kapal, ia meminta agar lesung itu mengeluarkan
garam. Tetapi sayang ia tak dapat menghentikan lesung yang
berputar. Lesung terus mengeluarkan garam dan memenuhi
kapal.

e. Tahap penyelesaian
Akhirnya Hiroki tenggelam bersama kapal yang penuh
dengan garam. Sejak kejadian itu, masyarakat Jepang percaya
bahwa laut menjadi asin karena lesung tersebut.

2. Bercerita dengan suara, lafal, intonasi, gesture dan
mimik yang tepat!

Selain memerhatikan urutan cerita, pencerita juga harus
memerhatikan hal-hal berikut.

a. Suara
Suara sangat berperan dalam menghidupkan suasana ketika
kalian bercerita. Suara harus terdengar jelas. Oleh karena
Pelajaran 4 Sosial 45
itu, diperlukan latihan. Selain itu, suara juga dapat diatur
dan disesuaikan dengan tokohnya.

b. Lafal
Lafal atau ucapan yang baik dalam bahasa Indonesia adalah
lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau ciriciri
lafal bahasa daerah.

c. Intonasi
Tinggi rendahnya suara dan cepat lambatnya pengucapan
juga perlu dilatih.
Contoh: intonasi orang yang sedang marah akan berbeda
dengan intonasi orang yang sedang bersedih.

d. Gestur
Gerakan tubuh juga sangat mendukung sebuah cerita.
Contoh: ketika menceritakan tokoh yang ketakutan, maka
gerakan tubuh pencerita sedikit menggigil, dan tangan
merapat ke tubuh.

e. Mimik
Ekspresi muka atau perubahan raut muka juga berperan
dalam menghidupkan suasana.
Contoh: orang yang sedang terkejut, dan raut mukanya
terlihat tegang, mulutnya menganga, dan matanya agak
melebar.

Ceritakanlah dongeng Putri Keong Mas atau Candi Prambanan dengan urut-urutan yang
baik, suara, lafal, intonasi, gesture, dan mimik yang tepat!
Mintalah temanmu untuk menilai penampilanmu dengan rubrik
berikut ini.
Nama Pencerita : .............................................................
Nama Penilai : .............................................................
No.
1.
2.
3.
4.
5.
Penceritaannya runtut
Penceritaannya lancar
Suara terdengar jelas
Pelafalannya baik
Intonasinya tepat


46 Bahasa dan Sastra Indonesia SMP/MTs Kelas VII

Gestur mendukung cerita
Mimik mendukung isi cerita
Penampilan percaya diri

Menurut pendapat saya: penceritaan teman saya tersebut bernilai A / B / C / D
karena .....................................................................................................................
................................................................................................................................
Pengamat
Jika, jawaban ya sebanyak 7 - 8, maka nilai A.
Jika, jawaban ya sebanyak 5 - 6, maka nilai B.
Jika, jawaban ya sebanyak 3 - 4, maka nilai C.
Jika, jawaban ya sebanyak 1 - 2, maka nilai D.
Cerita dapat lebih menarik jika disampaikan dengan alat peraga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar